Sinopsis Who Rules The World Episode 28-Part 1

Sinopsis Who Rules The World Episode 28-Part 1

moviekece.com – Feng Ju bertanya apakah dia ingin membunuhnya.

Lanxi berkata bahwa dia tida, dia hanya ingin tahu apa pilihan ayahnya.

Read More

Feng Ju berkata jika Paviliun Air berselisih dengan Yongzhou takutnya itu tidak akan bisa berdiri kukuh lagi di dunia silat.

Lanxi berkata bahwa tanpa identitas Hei Fengxi dia tetaplah Pangeran ke-2 Yongzhou.

Sementara mereka berbicara, Sekte Tianshuang telah memasuki Paviliun tempat orang-orang di sekap dan mulai menyelamatkan.

Disisi lain Feng Ju berkata bahwa dia tahu kekuatannya kecil karena itu dia menggunakan Raja untuk berurusan dengan Lanxi.

Dia juga berkata bahwa orang suruhannya tidak mungkin bisa membobol penjaga milik ayahnya.

Mendengar itu Lanxi kaget karena dia tidak pernah mengirim orang kesana.

Dan pada sat itu pula Sekte Tianshuang yang menyelamatkan orang justru dikepung, orang yang mereka bebaskan bukan orang Paviliun Ruyu melainkan milik Feng Ju.

Ditempat Lanxi Feng Ju semakin diatas angin, dia berkata bahwa dia akan menjadi orang yang kalah dengan Sekte Tianshuang yang ditambah sebagai jaminan.

Fengxi yang terus memata-matai juga melihat bagaimana guru dan adik seperguruannya dibawa ke penjara oleh prajurit.

Namun karena kode dari gurunya dia memilih untuk mundur.

Sinopsis Who Rules The World Episode 28-Part 1

Lanxi berdiri diatas menara, dia akhirnya memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi menolong orang-orangnya dan Sekte Tianshuang.

Raja yang telah mendapatkan Laporan yang dibuat oleh Lanxi sendiri mengenai pengakuannya sebagai Hei Fengxi sangat marah.

Dalam laporan tersebut bahkan ditulis secara rinci semua hal yang dilakukan Lanxi.

Zhang Zongge yang berusaha mengirimkan kata-kata baik untuk Lanxi juga berakhir dimarahi.

Sementara itu Lanxi terus berlutut di depan Ruang Belajar Kerajaan milik Raja untuk meminta pengampunan.

Dia bahkan terus berlutut bahkan dalam keadaan cuaca yang saat itu hujan.

Besoknya Raja menemui Lanxi yang sudah pucat, dia berkata bahwa dia akan memberinya kesempatan untuk berbicara.

Hanya saja dalam setiap langkahnya memasuki pintu Ruang belajar kerajaan dia harus menerima pukulan papan dari prajuritnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.