Sinopsis Who Rules The World Episode 38-Part 4

Sinopsis Who Rules The World Episode 38-Part 4

moviekece.com – Waktu berlalu cepat dengan itu Lima tahun telah terlewat.

Lanxi berdiri memegang pundak Xiyun yang sedang mengurus laporan istana.

Read More

Xiyun tersenyum dan memintanya untuk duduk, lalu berkata bahwa Lanxi terlihat bahagia.

Tersenyum Lanxi berkata Beizhou telah menyerah, kini dunia hanya dibagi menjadi Yongzhou dan Jizhou.

Mendengar itu Xiyun berkata bahwa Jing Yan telah mengeluarkan titah memerintah semua orang bijak untuk pergi ke ibukota.

Maka rencana Lanxi selanjutnya pasti mengirim pasukan ke wilayah ibukota.

Selain itu beberapa hari yang lalu Jizhou mengepung ibukota Shangzhou.

Raja Shangzhou telah menyerahkannya Pelat Xuanshu yang menjadi simbol keluarga kerajaan pada Huang Chao.

Menurutnya Huang Chao harusnya akan pergi ke wilayah ibukota.

Lanxi berkata bahwa pertempuran dengan Huang Chao tidak bisa dihindari.

Jing Yan ingin membiarkan dia bersaing dengan Huang Chao sedangkan dia yang akan mendapatkan keuntungannya.

Namun dengan ini dia bisa mendapatkan titah turun tahta, dan secara resmi mengambil posisi.

Dunia baru bisa tenang kembali dan perang akan lebih sedikit terjadi.

Feng Xiyun manambahkan, meski mendominasi Huang Chao termasuk Raja yang bijaksana.

Ketika melawan Shangzhou dia tidak melukai rakyat dan bahkan dicintai oleh rakyat, lawan seperti itu tidak mudah dihadapi.

Saat mereka berbicara, Han Pu yang sudah menjadi jenderal mendekat.

Han Pu akan melaporkan beberapa hal, tapi mengingat Lanxi telah datang hal yang ingin dilaporkannya pasti telah disampaikan oleh Lanxi.

Sinopsis Who Rules The World Episode 38-Part 4

Huang Chao membaca surat yang berisi bahwa dia harus memasuki ibukota.

Xuekong masuk dan menyerahkan laporan perang Yongzhou.

Setelah membaca dia paham bahwa Feng Lanxi akan menggunakan kesempatan ini untuk memasuki ibukota.

Huang Chao berkata siapapun yang memasuki ibukota dahulu dan mendapatkan titah turun tahta maka dia yang akan menyatukan dunia.

Mereka tentu tidak boleh lebih lambat dari Feng Lanxi.

Setelah meminta mempersiapkan pasukan, dia juga meminta Xuekong menyelidiki orang yang mengkorupsi gaji dan menghukumnya dengan berat.

Pelayan melaporkan bahwa Hua Chunran dan adiknya Huang Yu memasuki ruangan.

Hua Chunran membawakan Huang Chao tonik untuk tubuh.

Melihat itu Putri Huang berkata bahwa dia iri dengan kemesraan mereka.

Dia bertanya mengenai kabar Yu Wuyuan, Huang Chao berkata sejak pertempuran Lembah Wuhui Yu Wuyuan telah pergi.

Putri berkata bahwa dia ingin pergi ke ibukota, karena dia tahu Yu Wuyuan pasti akan pergi beribadah di Paviliun Qionglin saat Festival Qingming.

Mendengar itu Huang Chao mengizinkan dengan syarat adiknya harus berhati-hati.

Ia juga berharap Yu Wuyuan kembali karena dia memerlukannya untuk membantunya dalam pertempuran terakhir.

Di Kekaisaran Dong, Kaisar melukis mencoba untuk mengalahkan karya milik Pangeran Xieyue namun akhirnya kesal karena selalu gagal.

Melihatnya Jenderal Dong berkata sebagai Kaisar dia tidak sehatusnya tergila-gila dan harus lebih memperhatikan urusan negara.

Kaisar berkata masalah politik seharusnya jenderal diskusikan dengan Yu Wuyuan.

Jenderal Dong berkata dia curiga pada Yu Wuyuan, dia menyuruh untuk merekrut orang tapi saat dia meminta pasukan dia selalu menolaknya.

Saat itulah pelayan melaporkan kedatangan Yu Wuyuan, Kaisar langsung menanyakan apa yang dikatakan jenderal barusan.

Yu Wuyuan hanya berkata belum waktunya, jenderal kesal dia berkata bahwa mungkin Yu Wuyuan memiliki niat lain.

Kaisar terlihat tidak perduli dengan perdebatan dan mempercayakan semuanya pada keduanya, lalu dia sendiri pergi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.